Minggu, 31 Mei 2015

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

BAHAN PUBLIKASI
TELEVISI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Televisi merupakan media elektronik yang mampu menayangkan gambar bergerak atau video. Perangkat televisi saat ini sangat mudah ditemukan dan sudah menjadi perangkat rumah tangga yang wajib dimiliki setiap rumah dan keluarga. Televisi mampu menyampaikan informasi dan pesan melalui siaran langsung maupun siaran yang telah terprogram. Acara atau program TV yang paling digemari saat ini tentunya adalah acara yang bertemakan hiburan.
Selain acara yang bertema hiburan, televisi juga mampu menyiarkan acara-acara yang mendidik seperti pengetahuan atau sains. Dengan kemampuan ini, maka televisi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran. Siaran televisi bahkan juga dapat diprogram untuk membahas dan menayangkan siaran tentang materi pembelajaran tertentu. TV-E (TV Edukasi) merupakan contoh stasiun TV di Indonesia yang menyajikan siaran-siaran yang membahas materi pembelajaran.
Beberapa stasiun televisi mengkhususkan siarannya untuk tema tertentu saja misalnya berita dan informasi saja atau film saja. TV-E yang sudah disebutkan tadi mengkhususkan program siarannya untuk siaran dengan topik-topik pendidikan dan pembelajaran, jenis stasiun televisi ini dinamakan dengan Televisi Pendidikan. Di Indonesia sebenarnya tak hanya TV-E saja yang berperan sebagai televisi pendidikan, beberapa kampus juga sudah memiliki stasiun televisi mandiri yang dikhususkan untuk mendukung proses pembelajaran atau perkuliahan.
Penerapan televisi sebagai media pembelajaran dapat sangat membantu penyampaian materi pembelajaran. Peserta didik atau siswa bisa mendapatkan alternatif media pembelajaran baru yang tidak biasa sehingga pembelajaran yang dilakukan tidak menoton. Banyak juga peserta didik yang mampu mengambil informasi atau pengetahuan ekstra dari penggunaan televisi sebagai media pembelajaran.
Beberapa keuntungan dari penggunaan televisi sebagai media pembelajaran antara lain adalah:
  1. Televisi dapat memancarkan berbagai jenis bahan audio-visual termasuk gambar-gambar diam, film, objek, spesimen, dan drama.
  2. Televisi bisa menyajikan model dan contoh-contoh yang baik bagi siswa.
  3. Televisi dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa melalui penyiaran langsung atau rekaman.
  4. Televisi dapat memberikan kepada siswa peluang untuk melihat dan mendengarkan diri-sendiri.
  5. Televisi dapat menyajikan program-program yang dapat dipahami oleh siswa dengan usia dan tingkatan pendidikan yang berbeda-beda.
  6. Televisi dapat menyajikan visual dan suara yang amat sulit diperoleh pada dunia nyata.
  7. Televisi dapat menghemat waktu guru dan siswa, disamping itu televisi merupakan cara yang ekonomis untuk menjangkau sejumlah besar siswa pada lokasi yang berbeda-beda untuk penyajian yang bersamaan.

Adapun kekurangan pembelajaran menggunakan media televisi adalah:
  1. Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah.
  2.  Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesannya sesuai dengan kemampuan individual siswa.
  3. Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi film sebelum disiarkan.
  4. Layar pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi semua siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
  5. Kekhawatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan siswa bisa jadi bersikap pasif selama penayangan
  6. Jika akan dimanfaatkan di kelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan
  7. Program di luar kontrol guru, dan
  8. Besarnya gambar dilayar relatif kecil dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa dapat memanfaatkan terbatas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar